Rabu, 26 Oktober 2016

Instalasi Operating System (OS) Linux


Tujuan :
  • Dapat melakukan instalasi OS (Operating System) Linux

Alat dan Tujuan :
  • Komputer
  • CD Linux

Laporan Hasil Praktikum :
  1. Pada Installer Boot Menu, pilih Graphical Install
  2. Pilih bahasa yang akan digunakan untuk proses instalasi. Bahasa yang dipilih akan juga menjadi bahasa default untuk sistem yang sudah di instal. Pada praktikum ini, memakai bahasa inggris.
  3. Pilih lokasi yang akan digunakan untuk mengatur zona waktu dan juga contohnya untuk membantu memilih sistem lokal. Ini adalah daftar pendek yang berdasarkan bahasa yang di pilih. Pilih "Other"  jika lokasi yang diinginkan tidak ada di daftar. Lalu pilih Continue.
  4. Kemudian akan muncul konfigurasi keyboard. Pilih keymap yang digunakan. Pada praktikum ini, yang dipilih adalah American English. Lalu klik Continue.
  5. Kemudian tunggu Linux terinstal. Jangan menekan tombol apapun agar proses menginstal tidak batal.
  6. Lalu akan muncul konfigurasi jaringan. Jaringan tidak menggunakan DHCP protocol. Alternatif, DHCP server mungkin akan lambat atau sebagian jaringan hardware tidak berkerja baik. Kemudian pilih continue.
  7. Kemudian akan memilih metode konfigurasi jaringan untuk mencoba ulang DHCP jaringan autoconfiguration. Pada percobaan ini, pilih Do not configure the network at this time. Kemudian pilih continue.
  8. Ketik hostname untuk sistem kamu. Hostname adalah satu huruf yang akan mengidentifikasi sistem kamu di jaringan. Lalu klik continue.
  9. Langkah berikutnya, masukkan password root. Akun root tidak boleh mengkosongkan password. Jika password tidak ada maka akun root akan tidak bisa digunakan. Kemudian pilih continue.
  10. Kemudian ketik nama panjang untuk pengguna baru. Diharapkan untuk memasukkan nama asli user. Kemudian pilih continue.
  11. Pilih username untuk akun baru. Kemudian klik continue.
  12. Langkah berikutnya buat password untuk pengguna baru, lalu ketik ulang password untuk memverifikasi password. Kemudian klik continue.
  13. Lalu akan memilih zona waktu yang akan dipakai. Jika zona waktu yang ingin digunakan tidak ada di daftar, maka kembali ke step "Choose language" dan pilih negara yang menggunakan zona waktu yang akan dipakai. Kemudian klik continue.
  14. Langkah berikutnya memilih metode untuk empartisi, jika memilih guided partition for an entire disk, maka akan ditanya disk yang akan digunakan. Pada percobaan ini, pilih manual. Kemudian klik continue.
  15. Kemudian pilih #3 primary. Lalu klik continue untuk mengatur partisi tersebut.
  16. Langkah berikutnya pilih resize the partition untuk mengatur ukuran partisi, kemudian pilih continue.
  17. Kemudian pilih yes jika ingin menulis perubahan sebelumnya di disk dan melanjutkannya. Lalu klik continue.
  18. Lalu masukkan ukuran yang baru untuk partisi. Minimal ukuran untuk partisi adalah 9GB atau 5% dan maksimal 162.8GB untuk partisi percobaan yang dilakukan. Untuk percobaan yang dilakukan, masukkan 100GB untuk ukuran patisi yang baru. Lalu klik continue.
  19. Kemudian pilih #3 primary. Lalu klik continue. Kemudian pilih Use as untuk mengatur kegunaan partisi. Lalu klik continue.
  20. Langkah selanjutnya, pilih partisi digunakan untuk apa. Pada percobaan, pilih Ext4 journaling file system. Kemudian klik continue.
  21. Lalu pilih mount point untuk memilih mount point partisi tersebut. Lalu klik continue.
  22. Kemudian pilih mount point untuk partisi tersebut. Pada percobaan, pilih the root file system. Lalu klik continue. Kemudian pilih Done setting up the partition. Lalu klik continue.
  23. Langkah berikutnya pilih pri/log Free Space. Lalu klik continue untuk mengatur partisi tersebut. Lalu pilih Create a new partition untuk kegunaan ruang yang kosong tersebut. Kemudian pilih continue.
  24. Kemudian masukkan ukuran partisi, maksimum ukuran untuk partisi adalah 62.8GB. Masukkan ukuran 58GB. Kemudian klik continue.
  25. Lalu pilih tipe untuk partisi yang baru, pilih logical. Kemudian klik continue.
  26. Pilih dimana partisi yang baru dibuat diletakkan, diletakkan di depan atau di belakang tempat yang ada. Pilih Beginning. Kemudian klik continue.
  27. Pengaturan partisi tersebut selesai. Kemudian pilih Done setting up the partition. Kemudian klik continue.
  28. Langkah berikutnya pilih partisi yang tidak dipakai. Kemudian pilih Use as. Kemudian klik continue.
  29. Pilih kegunaan partisi tersebut, pilih swap area. Lalu klik continue.
  30. Kemudian pilih Done setting up the partition.
  31. Langkah selanjutnya, pilih Finish partitioning and write changes to disk. Kemudian pilih Yes untuk menulis perubahan di disk. Lalu klik continue.
  32. Tunggu linux mengisntall.
  33. Kemudian pilih No. Jika tidak mempunyai tambahan CD atau DVD yang tersedia.  Lalu klik continue.
  34. Lalu pilih No untuk menggunakan network mirror. Network mirror bisa digunakan untuk menyumplai software yang ada di CD-ROM. Mungkin akan memperbaharui versi software jika tersedia. Lalu klik continue.
  35. Pilih No untuk partisipasi survey pengguna . Jika memilih untuk partisipasi, otomatis Submission script akan berjalan satu kali setiap minggu, mengirim statis untuk pengembang distribusi. Lalu klik continue.
  36. Langkah selanjutnya memilih software yang akan diinstal. Centang "Debian desktop enviroment","print server", dan "standar system utilities". Lalu klik continue.
  37. Pilih Yes untuk menginstal GRUB boot loader ke master boot record. Lalu klik continue.
  38. Pilih pilih memasukkan perangkat secara manual untuk perangkat untuk boot leader installation. Lalu klik continue.
  39. Installasi selesai.

Kesimpulan :
Debian merupakan sistem operasi Ubuntu yang sistemnya open source. Sehingga Debian tersebut bisa dimodifikasi sesuka anda. Debian tidak juga berbentuk desktop, melainkan server juga ada. Tetapi tampilang untuk server berbasis text semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar