Tujuan :
- Dapat melakukan instalasi OS (Operating System) Linux
Alat dan Tujuan :
- Komputer
- CD Linux
Laporan Hasil
Praktikum :
- Pada Installer Boot Menu,
pilih Graphical Install

- Pilih bahasa yang akan
digunakan untuk proses instalasi. Bahasa yang dipilih akan juga menjadi
bahasa default untuk sistem yang sudah di instal. Pada praktikum ini,
memakai bahasa inggris.

- Pilih lokasi yang akan
digunakan untuk mengatur zona waktu dan juga contohnya untuk membantu
memilih sistem lokal. Ini adalah daftar pendek yang berdasarkan bahasa
yang di pilih. Pilih "Other"
jika lokasi yang diinginkan tidak ada di daftar. Lalu pilih
Continue.

- Kemudian akan muncul
konfigurasi keyboard. Pilih keymap yang digunakan. Pada praktikum ini,
yang dipilih adalah American English. Lalu klik Continue.

- Kemudian tunggu Linux
terinstal. Jangan menekan tombol apapun agar proses menginstal tidak
batal.

- Lalu akan muncul konfigurasi
jaringan. Jaringan tidak menggunakan DHCP protocol. Alternatif, DHCP
server mungkin akan lambat atau sebagian jaringan hardware tidak berkerja
baik. Kemudian pilih continue.

- Kemudian akan memilih metode
konfigurasi jaringan untuk mencoba ulang DHCP jaringan autoconfiguration.
Pada percobaan ini, pilih Do not configure the network at this time.
Kemudian pilih continue.

- Ketik hostname untuk sistem
kamu. Hostname adalah satu huruf yang akan mengidentifikasi sistem kamu di
jaring
an. Lalu klik continue.
- Langkah berikutnya, masukkan
password root. Akun root tidak boleh mengkosongkan password. Jika password
tidak ada maka akun root akan tidak bisa digunakan. Kemudian pilih
continue.

- Kemudian ketik nama panjang
untuk pengguna baru. Diharapkan untuk memasukkan nama asli user. Kemudian
pilih continue.

- Pilih username untuk akun
baru. Kemudian klik continue.

- Langkah berikutnya buat
password untuk pengguna baru, lalu ketik ulang password untuk
memverifikasi password. Kemudian klik continue.

- Lalu akan memilih zona waktu
yang akan dipakai. Jika zona waktu yang ingin digunakan tidak ada di
daftar, maka kembali ke step "Choose language" dan pilih negara
yang menggunakan zona waktu yang akan dipakai. Kemudian klik continue.

- Langkah berikutnya memilih
metode untuk empartisi, jika memilih guided partition for an entire disk,
maka akan ditanya disk yang akan digunakan. Pada percobaan ini, pilih
manual. Kemudian klik continue.

- Kemudian pilih #3 primary.
Lalu klik continue untuk mengatur partisi tersebut.

- Langkah berikutnya pilih
resize the partition untuk mengatur ukuran partisi, kemudian pilih
continue.

- Kemudian pilih yes jika ingin
menulis perubahan sebelumnya di disk dan melanjutkannya. Lalu klik
continue.

- Lalu masukkan ukuran yang
baru untuk partisi. Minimal ukuran untuk partisi adalah 9GB atau 5% dan
maksimal 162.8GB untuk partisi percobaan yang dilakukan. Untuk percobaan
yang dilakukan, masukkan 100GB untuk ukuran patisi yang baru. Lalu klik
continue.

- Kemudian pilih #3 primary.
Lalu klik continue. Kemudian pilih Use as untuk mengatur kegunaan partisi.
Lalu klik continue.

- Langkah selanjutnya, pilih
partisi digunakan untuk apa. Pada percobaan, pilih Ext4 journaling file
system. Kemudian klik continue.

- Lalu pilih mount point untuk
memilih mount point partisi tersebut. Lalu klik continue.

- Kemudian pilih mount point
untuk partisi tersebut. Pada percobaan, pilih the root file system. Lalu
klik continue. Kemudian pilih Done setting up the partition. Lalu klik
continue.

- Langkah berikutnya pilih
pri/log Free Space. Lalu klik continue untuk mengatur partisi tersebut.
Lalu pilih Create a new partition untuk kegunaan ruang yang kosong
tersebut. Kemudian pilih continue.

- Kemudian masukkan ukuran
partisi, maksimum ukuran untuk partisi adalah 62.8GB. Masukkan ukuran
58GB. Kemudian klik continue.

- Lalu pilih tipe untuk partisi
yang baru, pilih logical. Kemudian klik continue.

- Pilih dimana partisi yang
baru dibuat diletakkan, diletakkan di depan atau di belakang tempat yang
ada. Pilih Beginning. Kemudian klik continue.
- Pengaturan partisi tersebut
selesai. Kemudian pilih Done setting up the partition. Kemudian klik
continue.

- Langkah berikutnya pilih
partisi yang tidak dipakai. Kemudian pilih Use as. Kemudian klik continue.

- Pilih kegunaan partisi
tersebut, pilih swap area. Lalu klik continue.

- Kemudian pilih Done setting
up the partition.

- Langkah selanjutnya, pilih
Finish partitioning and write changes to disk. Kemudian pilih Yes untuk
menulis perubahan di disk. Lalu klik continue.

- Tunggu linux mengisntall.

- Kemudian pilih No. Jika tidak
mempunyai tambahan CD atau DVD yang tersedia. Lalu klik continue.

- Lalu pilih No untuk
menggunakan network mirror. Network mirror bisa digunakan untuk menyumplai
software yang ada di CD-ROM. Mungkin akan memperbaharui versi software
jika tersedia. Lalu klik continue.

- Pilih No untuk partisipasi
survey pengguna . Jika memilih untuk partisipasi, otomatis Submission script akan
berjalan satu kali setiap minggu, mengirim statis untuk pengembang
distribusi. Lalu klik continue.

- Langkah selanjutnya memilih
software yang akan diinstal. Centang "Debian desktop
enviroment","print server", dan "standar system
utilities". Lalu klik continue.

- Pilih Yes untuk menginstal
GRUB boot loader ke master boot record. Lalu klik continue.

- Pilih pilih memasukkan
perangkat secara manual untuk perangkat untuk boot leader installation.
Lalu klik continue.

- Installasi selesai.

Kesimpulan :
Debian merupakan
sistem operasi Ubuntu yang sistemnya open source. Sehingga Debian tersebut bisa
dimodifikasi sesuka anda. Debian tidak juga berbentuk desktop, melainkan server
juga ada. Tetapi tampilang untuk server berbasis text semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar