Kamis, 27 Oktober 2016

Remote Desktop


Tujuan :
  • Mengetahui prosedur remote desktop pada sistem operasi Windows 7

Alat dan Bahan :
  • 2 buah PC yang sudah terhubung dengan jaringan yang sama dan telah terkonfigurasi dengan benar

Prosedur kerja :
  1. Tes kesambungan jaringan, apakah komputer sudah saling terhubung dengan cara melakukan Ping  di CMD.
  2. Kita dapat menggunakan perintah "Ping (alamat IP)" pada Command. Jika terdapat replay dari alamat IP yang ditulis, maka koneksi pada komputer sudah terhubung.
  3. Selanjutnya untuk pembuatan user baru, optional dan sebagai user yang ingin di kendalikan.
  4. Masuk ke control panel dengan cara klik start kemudian pilih control panel.
  5. Kemudian pilih menu user accounts and family safety.
  6. Lalu pilih user account, kemudian pilih Add or remove user accounts.
  7. Kemudian pilih create a new account untuk membuat akun baru untuk dikendalikan.
  8. Beri nama account yang akan dibuat, lalu pilih tipe account. Pilih administrator agar lebih mudah untuk mengatur akun.
  9. Buatlah password untuk akun tersebut. Karena semua pengguna yang ingin diremote harus memiliki password akses. Jika tidak ada password, maka user tersebut tidak bisa diremote.
  10. User account yang ingin diremote telah berhasil dibuat.
Selanjutnya untuk pengendalian (remote) atau komputer yang ingin dikendalikan.
  1. Pastikan konfigurasi jaringan telah terhubung dengan baik dengan komputer yang ingin dikendalikan.
  2. Masuk ke aplikasi Remote Desktop Connection bawaan windows 7 melalui start. Kemudian pilih Remote Desktop Connection.
  3. Kemudian akan muncul window Remote Desktop Connection. Masukkan alamat IP komputer yang ingin diremote pada tempat pengisian nama komputer.
  4. Klik option untuk mendapatkan menu konfigurasi yang lebih banyak.
  5. Masukkan nama komputer dengan nama user yang ingin diremote pada tempat pengisian Username dengan format "nama komputer/username". Lalu klik connect.
  6. Kemudian akan muncul nama username dari komputer yang ingin dikendalikan. Lalu masukkan password user tersebut, lalu klik OK.
  7. Lalu akan muncul konfigurasi koneksi karena sertifikat bukan dari pembuat sertifikat terpercaya. Kemudian pilih Yes.
  8. Remote desktop sedang mengkoneksikan dengan komputer yang usernamenya dimasukkan tadi.
  9. Kemudian akan muncul window dari use yang diremote dengan tittle bar yang merupakan alamat IP dari komputer yang diremote tersebut.

Kesimpulan :

Remote dekstop merupakan salah satu aplikasi bawaan pada sistem operasi windows 7 yang dimana aplikasi tersebut digunakan untuk mengendalikan desktop dengan menggunakan 2 unit PC/laptop yang telah terhubung dalam satu jaringan yang dimana ada yang menjadi pengendali dan ada yang dikendalikan. Dengan demikian, pengguna dapat dimudahkan untuk mengecek atau mengatur desktop lain tanpa harus bersentuhan langsung. Kesalahan konfigurasi pada remote desktop dapat menyebabkan tidak dapat mengakses atau mengendalikan user yang ingin diremote.

Berbagi Resource (Sharing Data)


Tujuan :
  • Mengetahui prosedur mengecek alamat internet protokol pada suatu komputer
  • Mengetahui prosedur berbagai resource data ke orang lain melalui jaringan lokal
  • Mengetahui prosedur mengambil data dari PC lain melalui jaringan lokal
  • Mengetahui prosedur berbagai sharing data penggunaan printer kepada PC lain melalui jaringan lokal
  • Mengetahui prosedur menggunakan printer dari orang lain melalui jaringan lokal

Alat dan Bahan :
  • Dua unit PC dan bersistem operasi Windows 7, yang sudah terhubung dengan kabel LAN dan terkonfigurasi dengan benar
  • 1 unit printer

Prosedur kerja :
Berbagi Resource (Sharing) data :
  1. Pastikan konfigurasi jaringan lokal dari komputer kita stabil.
  2. Klik tombol start di taskbar. Lalu pilih Control Panel. Kemudian pilih Network dan Internet.
  3. Kemudian pilih "Network and Sharing Center"
  4. Kemudian akan muncul window konfigurasi network. Pilih jenis connection yang dugunakan. Kelompok saya menggunakan local area connection dimana komputer menggunakan jaringan lokal berkabel LAN.
  5. Pada window local area connection status, pilih Detail.
  6. Maka akan muncul window Network Connection Details. Alamat IP komputer dapat dilihat di deksripsi IPv4 Address. Untuk komputer yang dipakai mempunyai IP address, yaitu 10.1.4.14.
  7. Kita dapat mengecek alamat IP melalui Command. Ketika window Command muncul, ketik "ipconfig", lalu tekan enter. Alamat IP komputer yang kita gunakan akan terlihat di IPv4 Address.
  8. Untuk mengetahui apakah komputer lain yang sama. Kita dapat menggunakan perintah "ping (alamat IP)" pada command. Alamat IP yang dimasukkan adalah alamat IP komputer yang ingin di sambungkan. Jika terdapat replay dari alamat IP yang ditulis, maka koneksi dengan alamat IP komputer tersebut telah terhubung.
  9. Pastikan koneksi dari komputer yang akan diberikan resource stabil.
  10. Masukkan ke window Network configuration tadi.
  11. Pilih "Change Advanced Sharing Settings".
  12. Ubah konfigurasi, turn on network discovery, turn on file and printer sharing, turn on sharing s anyone with network access can read and write files in the public folders, turn off Password protected sharing. Simpan konfigurasi.
  13. Buka folder yang akan di sharing. Klik kanan folder tersebut, dan pilih properties.
  14. Lalu akan muncul window properties pilih sharing tab. Lalu klik sharing.
  15. Kemudian akan muncul window Advanced Sharing. Centang Share the folder. Lalu klik OK.
  16. Langkah selanjutnya, klik drop down dan pilih Everyone, kemudian klik add. Lalu klik share.
  17. Folder yang di sharing akan muncul di Drive Network. Dan komputer user yang digunakan PC lain.
Berbagai Resource (sharing) penggunaan printer kepada PC lain :
  1. Klik start dan pilih Devices and Printers.
  2. Lalu klik kanan device printer yang digunakan sebagai server dan kemudian pilih Printer Properties. Akan muncul dialog properties. Klik "Change Sharing Option".
  3. Kemudian centang Sharing this printer dan pilih OK
  4. Device printer akan muncul pada user komputer pada drive network.
Menggunakan printer (sebagai client)
  1. Klik tombol start, lalu klik device and printers.
  2. Kemudian akan muncul window Devices and printers, klik Add a printer.
  3. Pilih "Add a network wireless or Bluetooth Printers".
  4. Kemudian akan muncul window Add printers. Tunggu hingga selesai mencari printer yang available.
  5. Kemudian pilih printer yang ingin dihubungkan.
  6. Tunggu koneksi komputer ke printer yang dipilih.
  7. Printer yang dipilih telah di tambahkan di komputer. Lalu pilih Next.
  8. Kemudian centang set as the default printer. Lalu klik Finish. PC sudah terhubung dengan printer yang ada di PC lain sebagai server, printer siap digunakan.
  9. Buatlah data yang mau di print. Lalu pilih printer yang ingin dipakai dan print tersebut sudah terinstal di komputer tersebut.
  10. Berikut ini adalah hasil Sharing printer.

Kesimpulan :
Dengan sharing data kita dapat melakukan transfer data dan memakai device printer secara bersama-sama dalam jaringan yang sama. Sehingga akan menghemat waktu, kita tidak perlu repot apabila ingin mengirim data begitupun dengan sharing printer. Dimana PC tersebut saling terhubung dengan kabel LAN dan sudah terkonfigurasi dengan benar. Bukan hanya untuk sharing data saja. Tetapi bisa untuk printer dengan menggunakan satu PC saja sebagai server yang terhubung dengan printer. Dan komputer lainnya dapat menggunakan printer tersebut walaupun printer tersebut tidak terhubung langsung dengan komputer itu sendiri.

Rabu, 26 Oktober 2016

Instalasi Operating System (OS) Linux


Tujuan :
  • Dapat melakukan instalasi OS (Operating System) Linux

Alat dan Tujuan :
  • Komputer
  • CD Linux

Laporan Hasil Praktikum :
  1. Pada Installer Boot Menu, pilih Graphical Install
  2. Pilih bahasa yang akan digunakan untuk proses instalasi. Bahasa yang dipilih akan juga menjadi bahasa default untuk sistem yang sudah di instal. Pada praktikum ini, memakai bahasa inggris.
  3. Pilih lokasi yang akan digunakan untuk mengatur zona waktu dan juga contohnya untuk membantu memilih sistem lokal. Ini adalah daftar pendek yang berdasarkan bahasa yang di pilih. Pilih "Other"  jika lokasi yang diinginkan tidak ada di daftar. Lalu pilih Continue.
  4. Kemudian akan muncul konfigurasi keyboard. Pilih keymap yang digunakan. Pada praktikum ini, yang dipilih adalah American English. Lalu klik Continue.
  5. Kemudian tunggu Linux terinstal. Jangan menekan tombol apapun agar proses menginstal tidak batal.
  6. Lalu akan muncul konfigurasi jaringan. Jaringan tidak menggunakan DHCP protocol. Alternatif, DHCP server mungkin akan lambat atau sebagian jaringan hardware tidak berkerja baik. Kemudian pilih continue.
  7. Kemudian akan memilih metode konfigurasi jaringan untuk mencoba ulang DHCP jaringan autoconfiguration. Pada percobaan ini, pilih Do not configure the network at this time. Kemudian pilih continue.
  8. Ketik hostname untuk sistem kamu. Hostname adalah satu huruf yang akan mengidentifikasi sistem kamu di jaringan. Lalu klik continue.
  9. Langkah berikutnya, masukkan password root. Akun root tidak boleh mengkosongkan password. Jika password tidak ada maka akun root akan tidak bisa digunakan. Kemudian pilih continue.
  10. Kemudian ketik nama panjang untuk pengguna baru. Diharapkan untuk memasukkan nama asli user. Kemudian pilih continue.
  11. Pilih username untuk akun baru. Kemudian klik continue.
  12. Langkah berikutnya buat password untuk pengguna baru, lalu ketik ulang password untuk memverifikasi password. Kemudian klik continue.
  13. Lalu akan memilih zona waktu yang akan dipakai. Jika zona waktu yang ingin digunakan tidak ada di daftar, maka kembali ke step "Choose language" dan pilih negara yang menggunakan zona waktu yang akan dipakai. Kemudian klik continue.
  14. Langkah berikutnya memilih metode untuk empartisi, jika memilih guided partition for an entire disk, maka akan ditanya disk yang akan digunakan. Pada percobaan ini, pilih manual. Kemudian klik continue.
  15. Kemudian pilih #3 primary. Lalu klik continue untuk mengatur partisi tersebut.
  16. Langkah berikutnya pilih resize the partition untuk mengatur ukuran partisi, kemudian pilih continue.
  17. Kemudian pilih yes jika ingin menulis perubahan sebelumnya di disk dan melanjutkannya. Lalu klik continue.
  18. Lalu masukkan ukuran yang baru untuk partisi. Minimal ukuran untuk partisi adalah 9GB atau 5% dan maksimal 162.8GB untuk partisi percobaan yang dilakukan. Untuk percobaan yang dilakukan, masukkan 100GB untuk ukuran patisi yang baru. Lalu klik continue.
  19. Kemudian pilih #3 primary. Lalu klik continue. Kemudian pilih Use as untuk mengatur kegunaan partisi. Lalu klik continue.
  20. Langkah selanjutnya, pilih partisi digunakan untuk apa. Pada percobaan, pilih Ext4 journaling file system. Kemudian klik continue.
  21. Lalu pilih mount point untuk memilih mount point partisi tersebut. Lalu klik continue.
  22. Kemudian pilih mount point untuk partisi tersebut. Pada percobaan, pilih the root file system. Lalu klik continue. Kemudian pilih Done setting up the partition. Lalu klik continue.
  23. Langkah berikutnya pilih pri/log Free Space. Lalu klik continue untuk mengatur partisi tersebut. Lalu pilih Create a new partition untuk kegunaan ruang yang kosong tersebut. Kemudian pilih continue.
  24. Kemudian masukkan ukuran partisi, maksimum ukuran untuk partisi adalah 62.8GB. Masukkan ukuran 58GB. Kemudian klik continue.
  25. Lalu pilih tipe untuk partisi yang baru, pilih logical. Kemudian klik continue.
  26. Pilih dimana partisi yang baru dibuat diletakkan, diletakkan di depan atau di belakang tempat yang ada. Pilih Beginning. Kemudian klik continue.
  27. Pengaturan partisi tersebut selesai. Kemudian pilih Done setting up the partition. Kemudian klik continue.
  28. Langkah berikutnya pilih partisi yang tidak dipakai. Kemudian pilih Use as. Kemudian klik continue.
  29. Pilih kegunaan partisi tersebut, pilih swap area. Lalu klik continue.
  30. Kemudian pilih Done setting up the partition.
  31. Langkah selanjutnya, pilih Finish partitioning and write changes to disk. Kemudian pilih Yes untuk menulis perubahan di disk. Lalu klik continue.
  32. Tunggu linux mengisntall.
  33. Kemudian pilih No. Jika tidak mempunyai tambahan CD atau DVD yang tersedia.  Lalu klik continue.
  34. Lalu pilih No untuk menggunakan network mirror. Network mirror bisa digunakan untuk menyumplai software yang ada di CD-ROM. Mungkin akan memperbaharui versi software jika tersedia. Lalu klik continue.
  35. Pilih No untuk partisipasi survey pengguna . Jika memilih untuk partisipasi, otomatis Submission script akan berjalan satu kali setiap minggu, mengirim statis untuk pengembang distribusi. Lalu klik continue.
  36. Langkah selanjutnya memilih software yang akan diinstal. Centang "Debian desktop enviroment","print server", dan "standar system utilities". Lalu klik continue.
  37. Pilih Yes untuk menginstal GRUB boot loader ke master boot record. Lalu klik continue.
  38. Pilih pilih memasukkan perangkat secara manual untuk perangkat untuk boot leader installation. Lalu klik continue.
  39. Installasi selesai.

Kesimpulan :
Debian merupakan sistem operasi Ubuntu yang sistemnya open source. Sehingga Debian tersebut bisa dimodifikasi sesuka anda. Debian tidak juga berbentuk desktop, melainkan server juga ada. Tetapi tampilang untuk server berbasis text semua.